Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2013

Cinta (?)

"Mencintai bunga, layu...
 Mencintai manusia, mati..."

Kalimat diatas yang selalu terngiang saat aku mulai (sedang) mencintai seseorang, siapapun itu. Entah itu keluarga, sahabat, kawan, atau kekasih.
Karena tak ada jalan keluar, saat kita mencintai seseorang pasti entah orang itu yang akan meninggalkan kita atau malah kita yang akan meninggalkan mereka.

Saya teringat salah satu sahabat saya yang saya sayangi pergi lebih dulu, meninggalkan dunia. Kemudian setahun yang lalu adalah Bapak saya yang pergi kembali menuju pencipta.
Siap atau tidak siap, semua yang hidup pasti akan mengalami yang namanya kematian. Lalu mengapa kita diberikan rasa yang kita sebut dengan cinta? Apakah cinta itu? Bagiku cinta itu adalah gabungan dari segala rasa ikhlas, rasa ridho, rasa sabar, dan rasa berbaik sangka. Contoh pada seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta terhadap wanita, apapun yang wanita itu minta maka sang laki-laki akan segera berusaha mewujudkannya tanpa tanya.
Maka jika saya ditanya tentang cinta adalah ikhlas dalam memberi, ridho dalam menerima, sabar yang tiada batas, dan selalu berbaik sangka kepada yang dicintainya. Seperti nafas yang selalu memberikan hidup kepada tubuh, meski tak pernah tersebut, nafas selalu mencintai tubuh. Kemudian, saat cinta telah hadir dalam diri kita, dan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita, entah itu pulang terlebih dahulu atau hanya meninggalkan hanya karena ego.

Apa yang kita lakukan? Memang manusia itu akan pergi, namun cinta akan selalu hidup dalam setiap memori dan kenangan orang-orang yang masih hidup. Jika cinta maka ikhlaskan kepergiannya, dan ridhalah, kemudian bersabarlah tanpa batas, dan berbaik sangkalah bahwa segala sesuatu adalah yang terbaik.

Minggu, 23 Juni 2013

Kita semua tersesat

Assalamu'alaikum,
Wah,  sudah berdebu aja blog saya, lama tak update f(^_^) *bersih-bersih*.

Menyikapi maraknya pergelutan yang terjadi didalam sebuah agama (dalam hal ini Islam) yang dimana satu kelompok menyalahkan kelompok lain. Mungkin di televisi sekarang ramai para pemberita menyebutkan tentang pengusiran sekelompok masyarakat hanya karena berbeda aliran agama Islam, yang menyatakan bahwa aliran tersebut sesat, dan juga kerap ada sekolompok yang sering orasi dijalan yang hendak mendirikan negara Islam yang sesuai ajaran yang (menurut) mereka adalah benar dan diluar dari (kelompok) mereka adalah sesat dan kafir (keluar dari islam).
Gerah terhadap tindakan-tindakan yang mengatas namakan agama yang kemudian menimbulkan anarki, antipati, bahkan cenderung malah berbuat kerusakan dimuka bumi, yang mengatasnamakan Jihad, membela agama, dan sebagainya.
Saya mengacungi jempol untuk keyakinan terhadap apa yang mereka yakini, namun kemudian membalikan jempol saya atas perbuatan yang melukai, membakar, bahkan mengusir suatu kelompok hanya karena berbeda paham.
Menyebut orang lain sesat seakan-akan mereka pada jalur yang sudah benar, jika saya boleh berkata bahwa kita semua ini tersesat. Coba perhatikan ayat berikut :
   "Dan tiada kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" QS. AL-An'aam : 32.
Jika kalian pada jalur yang benar maka tunjukanlah kepada saya dimana jalan pulang (akhirat) tersebut? Berikan saya peta karena kalian tidak perlu peta, karena kalian merasa pada jalur yang benarkan?.
Dalam psikologi, jika seseorang ragu akan kebenaran maka akan cenderung untuk melakukan hal yang sama terhadap orang lain, karena tidak mau dikatakan salah sendirian.

Dan jika kalian merasa benar atas islam embel-embel kalian kalian, maka jelaskan ayat berikut ini :
   "… pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk mu agama mu, dan telah kucukupkan nikmat Ku untuk mu, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama mu" QS. Al-Maidah:3

Apakah pada ayat tersebut disebutkan Islam embel-embel yang kalian yakini kebenarannya?
Tidak sedikitpun Islam itu kita genggam kawan, karena Islam bukan genggaman, namun Islamlah yang menggenggam.
Jika mereka mengatakan sesat pada suatu kelompok, darimanakah kata "sesat" itu keluar? Dari yang dikatakan sesat atau dari yang mengatakan sesat?

Yah, memang pada akhirnya waktu yang akan menjawab semua, saat nafas tak lagi menyerta, maka bukti akan nampak.
Maka, jika kalian merasa benar, lakukan ajaran yang kalian yakini dengan benar, bukan sibuk mencari pembuktian dengan mengatakan yang lain salah jalur, sama halnya dengan mengendarai kendaraan, apakah kita sibuk dengan arah kendaraan orang lain karena yakin arah kendaraan kita benar? Saya yakin yang sibuk dengan arah kendaraan orang lain adalah yang mengalami kecelakaan. Tidak percaya? Silakan coba.

Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan kepada kita bahwa suatu saat Islam akan terpecah menjadi 72 golongan dan hanya satu yang benar. Lalu kalian mengingkari hal ini, dan kemudian siapa yang tidak menjalankan sunah? Karena menyangkal hal ini.

Saya menulis ini tidak ada maksud menyalahkan suatu kelompok atau membenarkan kelompok lain, kita didunia sama-sama mencari jalan pulang, maka fokuslah kepada jalan kita masing-masing. Saling tolong menolonglah didalam kebaikan, dan sambunglah tali silaturahmi, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Jumat, 01 Maret 2013

Tentang Agama

"Jadi, sebutan yang cocok untuk orang yang percaya Tuhan tapi memilih untuk tidak beragama, apa yak?"
Kalimat tersebut terlontar dari 'kicauan' seorang 'kawan' (@sindyshaen) di sebuah jejaring sosial. Kemudian saya mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut, dan jawabannya adalah AGNOTISIME (ini juga hasil bertanya ke mbah google dan wikipedia). Apakah itu Agnotisisme? silakan langsung menuju dimari.
Nah, lalu apa yang membuat saya tertarik?, Filsafat, yah karena didalamnya berisi filsafat, pertanyaan-pertanyaan dasar yang pasti akan selalu ada untuk setiap manusia, namun tergantung kita juga akhirnya, apakah memilih untuk tetap pada zona nyaman (mengamini yang sudah ada, mengiyakan, dan mengikuti yang sudah tersedia sebelum kita dilahirkan) atau memilih untuk keluar dari selimut tebal yang membuat nyaman, kemudian mencari keber'ada'an Tuhan melalui literatur-literatur yang tersedia (baik itu buku-buku atau fenomena alam, bahkan alam semesta itu sendiri). Kemudian dari kajian-kajian tersebut menjadi banyak kesimpulan, seperti Ateisme yang menyatakan bahwa tidak ada hal empiris yang dapat membuktikan bahwa Tuhan/Dewa-dewa itu ada. Begitu pula dengan Agnotisisme, seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif pengetahuan tentang "Yang-Mutlak"; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi, atau bisa dikatakan juga bahwa percaya 'adanya' Tuhan namun tidak percaya akan keberadan 'Agama', sebagian besar kita mungkin beranggapan demikian walau kewajiban masyarakat khususnya di Indonesia mewajibkan memilih salah satu agama yang di 'legal'kan pemerintah meskipun hanya untuk sekedar mengisi Kartu Tanda Penduduk agar tidak kosong dibagian agama.

Karena agama 'mengkotak-kotakan' Tuhan, hal tersebut bisa kita lihat sendiri di negara kita yang tercinta Indonesia (namun saya tidak cinta orang-orang dalam pemerintahannya ::curcol::) yang majemuk, memiliki berbagai macam agama, dimana setiap agama memiliki (nama) Tuhan yang berbeda. Hal inilah yang menjadi salah satu 'bahan pertimbangan' paham agnotistik, namun tetap perbedaan adalah indah selama masih beradu argumen dengan akal pikir yang sehat, bukan dengan emosi dan egoisme yang mengatakan "saya yang benar sedangkan yang lain salah", dan menjadi fanatik terhadap sebuah ajaran.
Jadi apakah agama itu? Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.Untuk lebih lengkapnya silakan check disini. Namun menurut saya agama adalah AKAL PIKIR MANUSIA DITAMBAH DENGAN PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN (IMAN), kok bisa? karena kita manusia lahir tanpa membawa agama, maksudnya saat bayi lahir belum memiliki akal pikir, pengetahuan, dan kepercayaan akan Tuhan (sifat), polos seperti kertas kosong tanpa tulisan dan tanpa warna, bening laksana embun pada pagi dihutan hujan tropis. Lalu kemudian karena orang tua yang melahirkan dan merawat kita sudah beragama terlebih dahulu maka secara otomatis si bayi juga memiliki agama yang sama? Bagi yang memilih zona nyaman, maka diterimalah 'keotomatisan' tersebut, bagi yang tidak, maka menggunakan akal pikirnya untuk mencari tahu tentang Tuhan, laksana Ibrahim/Abraham yang mencari Tuhannya, saat siang mengira matahari adalah Tuhan dan saat malam mengira bulan adalah Tuhannya yang memberi hidup dan kehidupannya.Disini Ibrahim hanya masih menggunakan Akal serta pikirnya saja tanpa pengetahuan, lalu kapankah pengetahuan itu hadir? tidak dijelaskan, disitulah letak rahasianya.
Maka kita perlu menambah pengetahuan tentang apa yang ingin kita cari tersebut, dalam hal ini tentang Tuhan. Lalu siapakah yang bisa menjelaskan tentang Diri Tuhan itu sendiri kecuali Tuhan itu sendiri yang menjelaskannya? Ibarat sebuah rumah yang didalamnya terdapat pemilik rumah, maka untuk berkenalan dengan si empunya rumah maka wajiblah kita mengetuk pintu agar si empunya rumah berkenan untuk membuka pintu buat kita. Selanjutnya, silakan saling kenal mengenal.
Ada sebuah perkataan sebagai berikut :"Akal pikiran itu terbatas, maka dengan jalan akal pikiran tidak akan Tuhan dicapai, bila telah mengakui kelemahan diri mencapai Dia, itulah tandanya Dia sudah dicapai". Dari kata tersebut mengakui kelemahan bukan berarti pasrah menerima apa yang ada, tetapi lebih kepada penyerahan bahwa segala pengetahuan akan Tuhan dan semesta itu hanyalah Dia saja yang memiliki, seperti halnya Samurai yang kalah berperang, maka nyawa samurai tersebut adalah milik si pemenang. Sebuah perkataan kembali yang di ambil dari sebuah hadist Qudsi "Bahwa Tuhan berkata "carilah Aku, jika bertemu dengan Ku akan kubunuh dirimu dan akan Ku gantikan dirimu dengan diri Ku". Intinya kita tidak akan pernah bisa melihat diri kita selain bercermin.

Tulisan ini hanya sebuah pikiran yang ada dikepala, bukan untuk menyinggung lain pihak, dan mata saya sudah sayup ingin di buai, maka saya sudahi postingan kali ini, terima kasih sudah berkunjung (^_^)....

 thanks to : wikipedia

Jumat, 21 Desember 2012

Taman Bermain dan Jalan Pulang

Dunia ini ibarat taman bermain, sesenang apapun kita mencoba segala jenis permainan, pada akhirnya kita harus berhenti dan pulang kembali ke tempat yang kita sebut rumah.
Yup, kenapa saya sebut taman bermain? Bukankah didunia ini tidak hanya senang-senang? Namun juga ada sedih dan susah didalamnya.
Antri, salah satu syarat untuk dapat bermain sebuah permainan, dari antri membeli tiket sampai antri menggunakan permainan tersebut. Dalam kehidupan juga ada masanya untuk kita bisa mendapatkan sesuatu, bahkan mungkin sudah lama antri tiket, eh, malah gak kebagian tiket (alias tiketnya habis), itulah dunia kadang butuh waktu untuk mendapatkan sesuatu, bahkan bisa saja, tidak dapat sama sekali. Maka cobalah permainan yang lain :).
“hidup itu ibarat roller coaster, kadang naik kadang turun, maka nikmati saja setiap sensasinya”, banyak kan yang bilang seperti ini, roller coaster pun salah satu permainan yang ada ditaman bermain.
Namun, yang saya titik beratkan adalah pada kalimat “pada akhirnya kita harus berhenti dan pulang kembali ke tempat yang kita sebut rumah”, maksud saya disini adalah kematian guys, satu-satunya jalan untuk pulang kembali dimana tempat kita berasal adalah kematian, hanya saja kadang kita terlalu senang ditaman bermain hingga akhirnya kita enggan untuk pulang, bahkan takut, karena kita lupa JALAN PULANG, juga, kita lupa betapa indahnya rumah yang dulu kita tinggalkan. Yah, sebuah negeri yang kita sebut akhirat, sebuah negeri yang abadi.
Ada sebuah pertanyaan, “bukankah yang abadi itu hanya Tuhan?, lalu kenapa akhirat itu adalah negeri yang kekal?”. Sama seperti samudra, dimanapun air yang mengalir, pasti akan kembali ke samudra. Seperti ayat di Al-Qur’an yang artinya : “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (Q.S. Al-Hijr:29). Jadi sejatinya, kita (ruh) adalah bagian dari pada Sang Pencipta tersebut, maka saya menyebut negeri akhirat itu adalah Tuhan itu sendiri. Kita telah lupa, saat kita berangkat menuju dunia kita diantar oleh Tuhan (saat didalam perut ibu, kita dibentuk-Nya, diberi makan, dan diantar hingga pintu dunia), disambut oleh tangan bidan dan di amanahkan kepada orang tua kita, dan dibisikkan agar kita tidak lupa kepada-Nya karena PETA JALAN PULANG itu ada pada-Nya, sebab seharusnya Dia yang mengantar dan Dia pula yang menjemput. Namun kebanyakan kita telah lupa tujuan kita di taman bermain ini dan juga telah melupakan-Nya.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Q.S. Al-‘Araf:172).
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Q.S. Al-An’am:32)
Jadi selain bermain-main di taman bermain ini sejatinya terselip satu tujuan, yaitu mencari JALAN PULANG tersebut, sehingga saat pulang nanti kita tidak ‘tersesat’ dan salah jalan. Dan karena PETA JALAN PULANG tersebut yang memegang adalah Tuhan itu sendiri maka didunia ini kita harus menemukan Si Pemegang Peta, agar kita dapat mengenali-Nya saat waktu dijemput nanti. “barang siapa yang tidak menemukan Tuhan di dunia, maka mustahil dapat bertemu Tuhan diakhirat”.
Karena gosipnya hari ini (21 Desember 2012) kiamat, maka jangan takut dengan kematian, karena kematian hanya ‘pintu’ menuju dunia yang lain. Oke guys, selamat membaca dan ini hanya sebuah perenungan koq, ^_^.

note : foto by google

Selasa, 18 Desember 2012

Sebuah Cerita

Aku pernah bertanya kepada Tuhan Yang Maha Esa tentang pengetahuan yang dirahasiakan, tentang pengetahuan yang tidak semua manusia mengetahuinya, yaitu tentang pengetahuan pengenalan terhadap diri-Nya.
“Wahai Tuhan ku, mengapa tidak engkau berikan hidayah (pengetahuan tentang-Nya) kepada semua manusia?, mengapa Engkau tidak memperkenalkan Diri Mu kepada semua manusia?” tanya ku.
Tuhan pun menjawab dengan kasih-Nya “bisa saja Aku jadikan semua manusia itu beriman, tapi sudah Aku katakan AKAN KU ISI NERAKA ITU DENGAN SEBANYAK-BANYAKNYA MANUSIA”.

Sebuah jawaban yang singkat, akupun tertunduk dengan pipi basah dialiri air dari kedua mata, pertanyaankulah yang bodoh, padahal aku sering diperlihatkan tentang orang-orang yang telah mengetahui Tuhannya (walau sedikit) akhirnya meremehkan Tuhan itu sendiri, karena apa yang kita bayangkan selama ini mengenai Tuhan (mungkin) jauh dari kenyataannya. Padahal semua itu hanyalah sekedar ujian belaka, “tidak dikatakan seseorang itu beriman sebelum di uji”.

Kebanyakan dari kita jika ingin sesuatu lebih senang dengan cara instan, namun setelah mendapatkan sesuatu tersebut akan lebih cepat bosan, karena “mudah” mendapatkannya. Bandingkan dengan sesuatu yang dengan susah payah untuk mendapatkannya, walau bara sekalipun, pasti akan digenggam dengan erat.

Ini bukan cerita tentang surga ataupun neraka, namun lebih kepada KENAL DAN MENGENAL, sebagai contoh tentang seorang public figur dan fansnya, mungkin saja fans tersebut tahu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan public figur tersebut (secara umum), namun secara PRIBADI apakah fans tersebut KENAL (tahu) tentang public figur yang dia kagumi, atau lebih ekstrimnya apakah public figur tersebut MENGENAL fansnya secara pribadi?.
Begitu pula Tuhan, Ia mengadakan alam semesta beserta isinya ini agar Ia dapat dikenal, dalam sebuah hadist qudsi Tuhan Allah Ta’ala berfirman :
Aku adalah pembendaharaan yang tersembunyi, karena ingin dikenal maka Aku ciptakan alam semesta, maka melalui-nyalah kalian mengenal Aku”

Namun pengenalan seperti apakah yang Tuhan inginkan?. Selama ini kita ibarat mengenal Tuhan hanya seperti memegang sebuah kartu nama tanpa alamat, namun seolah-olah kita mengenal dengan pemilik kartu nama, menyembah kartu nama, dan saat ingin mencari yang empunya nama kita dikatakan sesat. Hei, coba kita pikir sejenak mana yang sesat apakah penyembah kartu nama atau yang berjalan mencari alamat si pemilik kartu nama?. Tapi memang seperti itulah kita, sudah terlanjur nyaman dengan selimut tebal pada saat hujan, sehingga pada saat orang lain berjalan keluar dan menikmati hujan malah dianggap tabu, karena hujan akan membuat sakit.
Tetapi tetap saja, mencari-Nya pun tidak akan pernah bertemu, kecuali Diri-Nya sendiri yang memperkenalkan Diri-Nya kepada orang yang di inginkan-Nya, dan ini yang dinamakan hidayah. Saat Tuhan ingin memperkenalkan Diri-Nya secara pribadi, inilah yang dikatakan SALING KENAL MENGENAL. Pasti banyak yang berkata “hal yang mustahil”, tapi bagi Tuhan apakah ada yang mustahil?.
Tuhan memilih orang-orang yang pantas untuk Dia memperkenalkan Diri-Nya, dan kebanyakan dari orang-orang yang dipilih-Nya bukanlah orang yang ahli ibadah, namun lebih kepada orang-orang yang “tangan kanan memberi, tangan kiri tidak tahu apa-apa”. Pernah dengar cerita tentang seorang ahli ibadah yang beribadah kepada Tuhannya lebih dari 300 tahun, namun setelah meninggal, bukan ibadah nya yang bisa memasukan dia kedalam surga (nikmat), namun karena rahmat Tuhannya. Namun bukan berarti kita tidak perlu beribadah, Tetap Tuhan Allah Ta’ala memandang kepada hati-hati kita semua.Apakah ibadah yang kita lakukan itu karena perintah, atau karena ingin kan surga dan takut neraka, atau lebih karena ingin berkenalan langsung dengan Tuhan secara pribadi.

Ini hanya sebuah cerita, tentang jiwa yang berkelana, pasti banyak yang menentang dan juga ada yang membenarkan. Namun saya hanya berbagi kisah tentang kasih yang tak pernah putus.
Terima kasih sudah berkunjung!!

Sabtu, 15 Desember 2012

"SEMUA LAKI-LAKI SAMA SAJA"

Terus terang saya tidak suka jika seorang wanita mengucap kata seperti judul postingan ini, yakni "ternyata, semua laki-laki sama saja!!!".
Wanita yang mengucapkan kalimat tersebut pasti pernah tersakiti oleh laki-laki, setidaknya lebih dari satu laki-laki.
Okay, secara garis besar kami (laki-laki) sama, yaitu sama-sama laki-laki (yang ini hiraukan saja, semua orang juga tau), lalu apa kesamaan kami? dari penjelasan Syech Nur Malik Ibrahim Abbbas mengatakan bahwa setiap laki-laki memiliki sembilan akal dan satu nafsu, sedangkan perempuan memiliki sembilan nafsu dan satu akal.
Ternyata semua perempuan juga sama semuanya, yup, tetap kita semua (laki-laki dan perempuan) adalah anak cucu Adam, lalu kenapa saya tidak suka saat wanita berkata "semua lelaki sama saja", karena dari persamaan laki-laki yang memiliki sembilan akal dan satu nafsu tersebut terdapat perbedaan, yaitu dalam hal kepemimpinan. Apakah dari sembilan akal tersebut memimpin satu nafsu atau malah satu nafsu yang memimpin sembilan akal tersebut?, lalu apa perbedaannya?.
1. Pada laki-laki sembilan akal dan satu nafsu.
a. jika yang memimpin adalah sembilan akal maka satu nafsunya terpelihara, dan please nafsu disini bukan hanya nafsu sex lho ya?! tapi memang untuk laki-laki lebih cenderung kepada nafsu sex.
lalu kok bisa nafsunya terpelihara? saya akan memberikan gambaran : " saat seorang laki-laki melihat wanita sexy, maka timbullah nafsu nya, dan jika akalnya memimpin maka akalnya akan mengendalikan nafsunya seakan berkata "alihkan pandanganmu !", kalah satu akal masih ada akal kedua seakan berkata "pergi saja dari sini!!", sampai dengan nafsunya terkendali. contoh yang simple kan?.
b. Jika yang satu nafsu yang memimpin satu akal, maka jangan heran jika banyak kerusakan di muka bumi.
contoh : seperti lelaki yang melihat wanita sexy tadi, jika nafsu yang memimpin maka nafsu akan menggunakan akal untuk segera memenuhi keinginan nafsu, dengan berbagai cara hingga sang wanita klepek-klepek tak berdaya, entah itu dengan cara halus (spik-spik) atau dengan cara kasar (maaf, pemerkosaan).

Jadi buat para wanita yang pernah tersakiti oleh laki-laki silakan menilai, apakah sekarang nafsu lebih menguasai akal? okay, kemudian kita membahas perempuan, yang pertanyaan saya kenapa banyak sekali wanita yang mudah di rayu sama lelaki?

2. pada perempuan sembilan nafsu satu akal.
Kenapa perempuan yang memiliki sembilan nafsu? silakan lihat di mall atau dipusat-pusat perbelanjaan lebih banyak barang laki-laki atau perempuan yang dijual? dan siapa yang lebih banyak belanja? dan mata siapa yang bisa memutar dengan sudut terjauh dari pandangan bola mata tanpa menoleh, apalagi lewat cowok yang kek John Mayer, yang teriak-teriak jika melihat idolanya (klo laki-laki yang teriak bisa dipastikan dia banci).
Nah, kalau masalah perempuan saya serahkan pada anda semua, karena saya bukan perempuan. :))

Jika lelaki semua sama saja, maka boleh donk saya meminta maaf atas nama laki-laki?. Tapi kebanyakan teman saya berkata "semua wanita itu sama saja (rasanya)", bukan melecehkan lho ya, jadi mari kita sama-sama menjaga diri agar tidak saling menyakiti. 0:)
Terima kasih sudah berkunjung!!!!

Jumat, 14 Desember 2012

Sebelum Adanya Alam Semesta part 1

Dalam diam pasti kita sering bertanya, apa yang ada sebelum adanya semesta raya, sebelum adanya "Big Bang" atau ledakan dahsyat?. Namun kita menerima saja apa yang ada sekarang, kenapa mesti repot-repot memikirkan hal yang belum tentu ada jawabnya !!!.
Bukankah segalanya diciptakan berpasangan? jika ada pertanyaan pasti ada jawaban, namun belum bertemu saja dengan yang bisa memberikan jawaban.

Lalu siapa yang bisa menjelaskan tentang pertanyaan tersebut diatas?, yang bisa menjawab pasti telah "hidup" sebelum "kehidupan" itu sendiri ada.

Baiklah, sebelum pertanyaan itu terjawab (dan sudah terjawab) :) mari kita hubungkan dengan penciptaan manusia (bayi) didalam kandungan ibu, karena manusia adalah alam semesta yang kecil namun besar. Sebelumnya saya minta maaf jika ada kesalahan dalam menjelaskan lewat tulisan karena saya bukanlah ahli dalam bidang kandungan, saya hanya mengambil persamaannya saja.

Sebelum adanya janin dalam kandungan ibu, apa yang terlebih dahulu ada? yaitu sel telur yang bentuknya bulat (sila check di youtube deh), namun apakah ini cukup? tentu saja tidak, masih diperlukan satu hal yang lain yang bernama sel sperma yang berasal dari laki-laki.
Dan itulah kenapa dalam kitab-kitab manusia itu diciptakan dari saripati tanah (mani), saripati tanah itu maksudnya adalah sebagai berikut : bukankah sperma itu terbentuk dari zat-zat makanan yang kita makan (silakan googling), dan makanan yang kita makan itu adalah berasal dari tumbuhan dan hewani kan? tumbuhan jelas tumbuh ditanah dan mendapatkan kehidupan dari saripati tanah, begitu juga hewan yang kita konsumsi, mereka memakan tumbuhan yang mendapatkan hidup dari tanah.
Nah, maka benarlah bahwa manusia itu dari tanah (tapi bukan tanah yang kita injak ini lho), kemudian zat-zat pembentuk sperma tersebut terbentuk dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah (silahkan mikir sendiri klo yg ini sih).

Maka lengkaplah dua zat pembentuk manusia, namun dalam kitab-kitab selalu disebutkan bahwa manusia itu dari sperma (mani), mmm.... lalu apakah fungsi sel telur? dan kenapa sel telur ini hanya bisa dibuahi oleh satu sel sperma saja dari berjuta-juta sel? :)
Jelaslah dari dua zat tersebut ada yang disebut "hidup" dan ada yang "dihidupkan", kemudian kedua zat tersebut bersatu maka terciptalah mahkluk yang lain yang disebut manusia (silakan berkaca). seperti itu jugalah awal terciptanya alam semesta (setidaknya dapat mewakili dari alam ketiadaan menjadi "ada"). Dan untuk itu butuh perenungan yang lebih dalam dan "orang" yang bisa menjelaskan hal tersebut. Selamat berfikir!!!! :)

Minggu, 09 Mei 2010

Patut Kita Renungkan, Kawan

Hari ini hari yang cerah kawan, hari dimana matahari bersembunyi dibalik awan.
Sesaat ia menunjukan dirinya dan menghangatkan separuh bumi, kemudian kembali ia bersembunyi.
Semalam hujan turun deras, membasahi alam yang sudah semakin lelah, pekat oleh asap dan debu, semakin lenyap oleh ruang dan waktu.
Semalampun sambil melihat rintik hujan melalui jendela kamar, aku terbuai oleh lamunan.
Bertanya melalui samudra hati yang luas dan tak terkendali. Pertanyaan yang mudah, dan mungkin semua dari kita kawan pernah bertanya akan hal yang meresahkan hati.

Aku bertanya dalam diam, dalam lamunan yang semakin panjang.
"kita semua kawan, dilahirkan kedunia untuk apa?. Bukankah semua yang diciptakan oleh Tuhan memiliki maksud dan tujuan?
Lalu, apa maksud dan tujuan kita diciptakan dan dilahirkan kedunia kawan?
Untuk bekerja dan mencari sebanyak-banyaknya harta kemudian mati?
That is simple live, it soooooo simple....very easy right?
cuma itu? lahir, dewasa, berkeluarga, kemudian mati.....

Itu bukan jawaban yang aku cari kawan, beri aku jawaban yang memuaskan hati ku kawan.
Hujan semakin deras mendera atap-atap rumah membuat bising telinga setiap orang yang mendengar.
Lalu siapa yang mendengar kata-kata ku dalam lamunan yang semakin panjang, bak menyelam kedalam samudra luas yang tak berpantai, dan tak berdasar.
Pernahkah kita berfikir kawan, tentang kita diciptakan untuk satu tujuan,
Bukankah sang pelukis menciptakan lukisan untuk suatu kepuasan hati, kemudian memuji.
Pernahkah lukisan memuji sang pelukis?
Atau sang pelukis yang memuji lukisan karena kepuasan hati, membentuk suatu kesempurnaan lukisan.

Kawan, kita adalah ciptaan, layaknya lukisan yang dilukis oleh sang pelukis agung
lalu kemudian, kita memuji sang pelukis?
Bibirmu yang basah dengan pujian-pujian, bibirmu yang basah dengan zikir-zikir...sia-sia kawan.
Bukankah Tuhan sudah penuh dengan segala puji, Bukankah Tuhan pemilik segala puji...

Kawan, kita hanya ciptaan yang tak pantas memuji sang pencipta.
Kita lah yang seharusnya dipuji, karena kesempurnaan karya cipta.
Karena kesempurnaan sifat, karena kesempurnaan sifat Tuhan yang disandarkan kepada kita kawan...

Lalu untuk apa kita diciptakan?
Kembali menyelam kedalam samudra tanpa batas, tanpa nafas...
Sekarang hujan disertai angin yang bertiup kencang, membawa bayang kedalam mimpi semakin dalam, dan berselimut malam.

Kawan, pernahkah kita mencoba untuk berkenalan dengan Tuhan? setidaknya sekedar berjabat tangan, memperkenalkan nama satu dengan yang lain.
kita terlalu egois saat berkata "jika kita tidak bisa melihat Tuhan, biar Tuhan yang melihat kita".
Tuhan bukan pesuruh kawan, saat kita tak bisa melihat Tuhan maka carilah, hingga saat Tuhan ingin menunjukkan dirinya...
Saat kita tak dapat bertemu Tuhan di dunia, maka mustahil bisa bertemu di akhirat kelak...

Pertanyaan ku belum terjawab kawan, malam pun semakin buta, hujan dan anginpun sedikit reda,
Tubuh dan mata sudah menuntut untuk dibuai, kedalam mimpi tempat abadi,
Hari ini tulisan ini hanya sampai disini,
Kawan dengarlah ceritaku, tentang hal-hal yang patut kita renungkan....Kawan

#FFRabu - Kala Adam Pemakan Daging

“Makanan ini enak sekali, apa kau meminta kepada Tuhan?” Tanya Hawa pada Adam. “Mungkin ini makanan terakhir kita di Surga, aku telah ...