Tampilkan postingan dengan label DuniaKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DuniaKu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Maya : Misteri Dunia dan Cinta

Koleksi pribadi
Judul                     : Maya : Misteri Dunia dan Cinta
Penulis                  : Jostein Gaarder
Penerjemah           : Winny Prasetyowati
Penyunting             : Andityas Prabantoro
Penerbit                : Mizan
Cetakan                : Pertama, Januari 2008
Halaman                : 458 halaman   
ISBN                    : 979-433-491-X
Blurb/Sinopsis :
Diperlukan waktu bermiliar-miliar tahun untuk menciptakan seorang manusia, dan diperlukan hanya beberapa detik untuk mati.
Di Pulau Taveuni, Fiji, Sejumlah orang tanpa sengaja berkumpul. Setiap dari mereka diam-diam menyimpan luka di hati. John Spooke, seorang penulis Inggris, masih berduka akan kematian istrinya. Frank Andersen, seorang ahli biologi evolusioner dari Norwegia, kehilangan seorang anak dalam sebuah kecelakaan tragis dan berpisah dari istrinya.
Di antara mereka, tidak ada yang lebih menarik perhatian daripada Ana dan Jose, pasangan penuh teka-teki dari Spanyol. Mengapa mereka kerap saling melontarkan kalimat-kalimat ganjil tentang alam semesta dan Joker? Mengapa Ana begitu mirip dengan model lukisan Maja karya Goya yang terkenal? Dan siapakah Joker itu? Apa hubungannya dengan Maya, “ilusi-dunia”?

Resensi :
Diperlukan waktu bermiliar-miliar tahun untuk menciptakan seorang manusia, dan diperlukan hanya beberapa detik untuk mati.
Disuguhi kalimat filsafat pada sinopsis yang tertera pada cover  belakang sebuah buku adalah hal yang selalu menarik perhatian—setidaknya itu yang terjadi pada saya—seperti kalimat pembuka di atas. Belum lagi nama penulis yang tertera pada buku tersebut, seorang Jostein Gaarder yaitu penulis buku novel filsafat yang menjadi International best-seller, Dunia Sophie. Jadi bukanlah hal berlebihan jika saya mengharapkan sebuah tulisan yang menarik tentang sebuah cerita fiksi dibalut filsafat yang pasti membutuhkan konsentrasi lebih dalam membacanya.
Maya Misteri Dunia dan Cinta, bercerita tentang kehidupan, kematian, dan juga tentang di antaranya yaitu cinta. Adalah John Spooke seorang penulis Inggris yang bertutur tentang perjalanan saat mencari ide untuk menulis sebuah novel terbarunya yang bertemu dengan seorang ahli biologi evolusioner, Frank Andersen. Keduanya memiliki persamaan, yaitu sama-sama kehilangan orang yang mereka cintai dan ketertarikan pada pasangan Spanyol yang baru mereka temui di Fiji, Ana Maria dan Jose, di mana pasangan ini sering saling melontarkan pernyataan-pernyataan ‘aneh’ dalam bahasa Spanyol yang kebetulan Frank Andersen juga mahir dalam berbahasa Spanyol.
“Kita melahirkan dan dilahirkan oleh sebuah jiwa yang tak kita kenal. Ketika teka-teki itu berdiri pada kedua kakinya tanpa dapat terpecahkan, itulah giliran kita. Ketika impian mencubit lengannya sendiri tanpa terbangun, itulah kita. Karena kita adlah teka-teki yang tak teterka siapa pun. Kita adalah dongeng yang terperangkap dalam khayalannya sendiri. Kita adalah apa yang terus berjalan tanpa pernah tiba pada pengertian ….” (halaman 75)
Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur mundur, karena tokoh dalam novel yaitu John Spooke menceritakan tentang surat yang ditulis oleh Frank Andersen untuk mantan istrinya, Vera. Frank dan Vera berpisah setelah kecelakaan yang merenggut nyawa anak mereka, dan Frank menuduh kematian anak mereka terjadi atas kelalaian Vera. 
Surat adalah hal yang sering kita jumpai dalam buku yang ditulis oleh Joestein Gaarder—dalam beberapa buku yang telah saya baca seperti Dunia Sophie, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, dan  Cecilia dan Malaikat Ariel. Awalnya saya bingung karena tokoh pencerita dalam novel terdiri dari dua orang yaitu John dan Frank, namun ternyata John hanya bercerita pada bab awal dan akhir yang menjadi pembuka dan pelengkap surat-surat Frank kepada Vera. Butuh lebih dari sekali membaca untuk memahami novel ini sepertinya.

Untuk masuk ke dalam cerita saya berteman dengan Mesin Pencari Google, karena banyak hal yang saya belum tahu tentang apa yang menjadi topik pembicaraan tokoh dalam novel tersebut, seperti lukisan Le Maja Desnuda dan Le Maja Vestida karya pelukis Francisco Goya yang menjadi topik penting dalam novel ini.
Dalam novel Maya : Misteri Dunia dan Cinta, banyak hal yang dapat kita ambil pelajaran, selain teori-teori alam semesta, teori evolusi, juga pelajaran tentang kehidupan, bahwa ada batasan waktu dalam kehidupan yang kita sebut sebagai kematian, namun juga ada kehidupan yang lahir setelah kematian.
“Manusia mungkin adalah satu-satunya makhluk hidup di seluruh alam semesta yang memiliki kesadaran alam semesta. Maka, melindungi lingkungan hidup di planet ini bukanlah hanya sebuah tanggung jawab global, melainkan merupakan tanggung jawab kosmos. Suatu hari, gelap gulita mungkin akan menutupi lagi samudra raya. Dan sekali lagi, Roh Tuhan tidak melayang-layang di atas permukaan air.” (halaman 427)
Saya tidak merekomendasikan novel ini untuk bacaan di sela-sela kesibukan, karena akan menguras daya pikir dan waktu. 3 bintang dari 5 bintang untuk kepiawaian penulis dalam menggabungkan misteri, dongeng, filsafat, seni, sejarah, dan pengetahuan ilmiah serta menambah bumbu cinta pada tulisannya.


Jumat, 26 Desember 2014

Rumah Makan Torani, Nikmatnya Kebersamaan.

Makanan sudah tersaji di meja makan, rupanya Bandeng tanpa duri dan Kepiting adalah menu yang dominan pada meja prasmanan. Tak perlu menunggu lama untuk menyisakan piring dan sisa-sisa makanan, semua yang tersedia lenyap berpindah pada lambung masing-masing.
Yup, inilah Rumah Makan favorit kami, Rumah Makan Torani. Selain tempatnya yang nyaman untuk berkumpul bersama sahabat dan kerabat (dari yang masih dalam gendongan hingga yang bangkotan), juga tersedia menu seafood yang sangat memanjakan lidah para pecinta kuliner Balikpapan dan memanjakan lambung para pemuda yang kelaparan seperti saya :p.

Masih tertanam dalam ingatan acara mini reuni teman-teman alumni SMP Negeri 5 Balikpapan kelas 3A, pada 29 Agustus 2011 yang diadakan di Rumah Makan Torani, seru penuh canda dan tawa. Panitia pelaksana mini reuni ini memilihkan tempat Rumah Makan Torani dengan berbagai pertimbangan, diantaranya menu seafood yang lengkap, tempat yang nyaman, pelayanan yang maksimal, serta tempatnya yang mudah dijangkau. Dan pemilihan Rumah Makan Torani ini sebagai tempat reuni langsung diamini oleh teman-teman yang lain, alhasil sukseslah acara tersebut.


Saat masih bekerja di salah satu maskapai penerbangan di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Banyak yang bertanya tentang wisata-wisata menarik di kota tercinta ini, dan lebih banyak lagi yang bertanya tentang kuliner Balikpapan. Menu Kepiting yang telah menjadi salah satu khas kuliner Balikpapan adalah dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan para pelancong dari daerah lain pun dari negara lain. Maka langsung saja saya tunjuk Rumah Makan Torani sebagai rekomendasi, mulai dari segi harga, rasa, maupun kemudahan untuk menemukan lokasinya. Tidak jarang pula saya melihat orang-orang membawa bungkusan bertuliskan Torani sebagai oleh-oleh Balikpapan, karena memang Rumah Makan Torani menyediakan makanan yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk orang-orang tercinta dan orang-orang  terdekat.

Nb : “Saat menulis ini saya selalu kepikiran tentang Bandeng tanpa duri bakarnya Torani”.




Minggu, 09 November 2014

Welcome Back...

Bismillahir Rahmaanir Rahiim…

*meregangkan jemari*

Lantaran lama tak menulis--di Blog maupun di Microsoft Word—membuat kaku otak dan kaku tangan, walaupun di media sosial masih menulis dengan frekuensi yang sangat berkurang ^_^, begitu pula dengan membaca buku, hobi yang satu ini menurun drastis. Selama beberapa bulan baru selesai 1 bab, syukurlah masih sempat baca komik Naruto yang baru tamat pada chapter 700 selama 15 tahun, kalo dipikir-pikir lama juga mengikuti manga ini semenjak SMK hingga sekarang. Dulu sih sempat koleksi manganya sampai baca online mulai ramai, maka beralihlah dari membeli manga hingga membaca gratis di internet.

Oh ya, pada bertanya gak kenapa sempat vakum menulis di blog selama beberapa bulan? Alasannya adalah karena asik menata hati, menata rasa, menata keuangan juga. Yup, akhirnya aku melepas masa lajang (0_0)9. Pada tanggal 27 Juni 2014 sudah sah mempersunting seorang wanita cantik di hadapan penghulu dan wali nikahnya, disaksikan oleh kedua keluarga terdekat dan sahabat.

Banyak hal yang ingin aku ceritakan, tentang perjalanan menuju pernikahan, tidak dengan proses pacaran, bukan pula perjodohan. Kami berkenalan singkat, bertatap mukapun tak lama, jika tidak dengan bantuan sang pemelihara hati, kami tak mungkin sampai pada ijab dan Qabul. Barakallah…

Mungkin cerita perjalanannya akan aku sampaikan pada postingan selanjutnya, see you next time.

Selasa, 26 November 2013

(Ikutan) Writing Project #AntologiRindu tanpa kata Rindu

Pict comot dari sini
(FLASH-FICTION) Pesawat Tujuan Surga 
Bandara ini penuh sesak dengan orang-orang yang berlalu-lalang, supir taksi legal maupun ilegal, barang-barang bawaan, troli, pun teriakan para calo. Aku memilih tempat dimana bisa tenang melihat pesawat yang datang dan pergi; Anjungan.
Aku disini bukan untuk menjemput maupun mengantar seseorang, hanya ingin mengingat sebuah kenangan, sebuah masa yang lampau, aku dan dirinya.

"Yah, bunda tadi ditelepon sama mbak Ratna, katanya Ibu lagi dirawat dirumah sakit, kita semua disuruh berangkat kesana malam ini, bunda sudah siapin semua tinggal beli tiket aja langsung dibandara".

"Maaf bun, kalo malam ini ayah gak bisa, masih ada kerjaan yang gak bisa ditinggal, bunda malam ini berangkat duluan aja, nanti ayah telepon teman ayah yang dibandara buat cariin tiket ke Jogja malam ini, besok pagi ayah langsung nyusul bunda kesana, gimana?"

"Mmm...ya sudah, besok pagi ayah sampai jogja langsung kerumah sakit aja, bunda bawa pakaian ayah sekalian, dah ya yah, bunda berangkat ke bandara dulu".

Andai saja  saat itu kita berangkat bersama, mungkin akan berbeda, setidaknya kita akan tetap bersama, dan percakapan kita ditelepon itu bukanlah percakapan yang terakhir. Pesawat yang engkau tumpangi tidak pernah sampai ke Jogja, karena pesawat itu telah mengantarmu kesurga.

"Tunggu aku"  kataku.

---END---

NOTE :
Tulisan di atas saya ikutkan dalam sebuah Writing Project dengan tema #AntologiRindu tanpa kata Rindu, yaitu sebuah project menulis yang di gagas oleh Wanita Gemini ini yang ide-idenya seakan tak pernah habis. 
Namun sayang, belum cukup baik untuk masuk tahap selanjutnya, hehe...
Memang setelah saya baca lagi beberapa kali, banyak hal yang kurang seperti penulisan 'di-' dan 'ke-' (ini juga tahunya setelah membaca artikel ini tentang penulisan imbuhan yang benar), saya lupa dulu pelajaran Bahasa Indonesia saya dapat berapa ya??? , sungguh untuk yang cita-citanya menjadi seorang penulis pelajaran Bahasa Indonesia itu penting sekali, tapi saat sekolah yang terpenting adalah nilai, mindset kita (orang indonesia) telah tertanam bahwa nilai-lah yang terpenting dari mengapa kita bersekolah?, dan ternyata mindset kita itu benar-benar salah. Semoga saat menjadi orang tua nanti tidak menekankan nilai sebuah pelajaran pada anak, namun lebih kepada paham atau tidaknya, dan tidak menuntut semua pelajaran itu nilainya baik (dengan jumlah pelajaran yang segitu banyaknya di negara kita).

Mengikuti sebuah Writing Project ini adalah kali pertama buat saya, jadi tujuan awalnya adalah sebuah pembelajaran untuk (memulai) menulis, masuk dalam tahap seleksi awal saja sudah senang.
So, gagal bukan berarti berhenti namun sebuah "pecut" untuk memperbaiki dan terus berkarya. Ganbatte!!!




Rabu, 04 September 2013

Cinta (?)

"Mencintai bunga, layu...
 Mencintai manusia, mati..."

Kalimat diatas yang selalu terngiang saat aku mulai (sedang) mencintai seseorang, siapapun itu. Entah itu keluarga, sahabat, kawan, atau kekasih.
Karena tak ada jalan keluar, saat kita mencintai seseorang pasti entah orang itu yang akan meninggalkan kita atau malah kita yang akan meninggalkan mereka.

Saya teringat salah satu sahabat saya yang saya sayangi pergi lebih dulu, meninggalkan dunia. Kemudian setahun yang lalu adalah Bapak saya yang pergi kembali menuju pencipta.
Siap atau tidak siap, semua yang hidup pasti akan mengalami yang namanya kematian. Lalu mengapa kita diberikan rasa yang kita sebut dengan cinta? Apakah cinta itu? Bagiku cinta itu adalah gabungan dari segala rasa ikhlas, rasa ridho, rasa sabar, dan rasa berbaik sangka. Contoh pada seorang laki-laki yang sedang jatuh cinta terhadap wanita, apapun yang wanita itu minta maka sang laki-laki akan segera berusaha mewujudkannya tanpa tanya.
Maka jika saya ditanya tentang cinta adalah ikhlas dalam memberi, ridho dalam menerima, sabar yang tiada batas, dan selalu berbaik sangka kepada yang dicintainya. Seperti nafas yang selalu memberikan hidup kepada tubuh, meski tak pernah tersebut, nafas selalu mencintai tubuh. Kemudian, saat cinta telah hadir dalam diri kita, dan orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita, entah itu pulang terlebih dahulu atau hanya meninggalkan hanya karena ego.

Apa yang kita lakukan? Memang manusia itu akan pergi, namun cinta akan selalu hidup dalam setiap memori dan kenangan orang-orang yang masih hidup. Jika cinta maka ikhlaskan kepergiannya, dan ridhalah, kemudian bersabarlah tanpa batas, dan berbaik sangkalah bahwa segala sesuatu adalah yang terbaik.

Minggu, 23 Juni 2013

Kita semua tersesat

Assalamu'alaikum,
Wah,  sudah berdebu aja blog saya, lama tak update f(^_^) *bersih-bersih*.

Menyikapi maraknya pergelutan yang terjadi didalam sebuah agama (dalam hal ini Islam) yang dimana satu kelompok menyalahkan kelompok lain. Mungkin di televisi sekarang ramai para pemberita menyebutkan tentang pengusiran sekelompok masyarakat hanya karena berbeda aliran agama Islam, yang menyatakan bahwa aliran tersebut sesat, dan juga kerap ada sekolompok yang sering orasi dijalan yang hendak mendirikan negara Islam yang sesuai ajaran yang (menurut) mereka adalah benar dan diluar dari (kelompok) mereka adalah sesat dan kafir (keluar dari islam).
Gerah terhadap tindakan-tindakan yang mengatas namakan agama yang kemudian menimbulkan anarki, antipati, bahkan cenderung malah berbuat kerusakan dimuka bumi, yang mengatasnamakan Jihad, membela agama, dan sebagainya.
Saya mengacungi jempol untuk keyakinan terhadap apa yang mereka yakini, namun kemudian membalikan jempol saya atas perbuatan yang melukai, membakar, bahkan mengusir suatu kelompok hanya karena berbeda paham.
Menyebut orang lain sesat seakan-akan mereka pada jalur yang sudah benar, jika saya boleh berkata bahwa kita semua ini tersesat. Coba perhatikan ayat berikut :
   "Dan tiada kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" QS. AL-An'aam : 32.
Jika kalian pada jalur yang benar maka tunjukanlah kepada saya dimana jalan pulang (akhirat) tersebut? Berikan saya peta karena kalian tidak perlu peta, karena kalian merasa pada jalur yang benarkan?.
Dalam psikologi, jika seseorang ragu akan kebenaran maka akan cenderung untuk melakukan hal yang sama terhadap orang lain, karena tidak mau dikatakan salah sendirian.

Dan jika kalian merasa benar atas islam embel-embel kalian kalian, maka jelaskan ayat berikut ini :
   "… pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk mu agama mu, dan telah kucukupkan nikmat Ku untuk mu, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama mu" QS. Al-Maidah:3

Apakah pada ayat tersebut disebutkan Islam embel-embel yang kalian yakini kebenarannya?
Tidak sedikitpun Islam itu kita genggam kawan, karena Islam bukan genggaman, namun Islamlah yang menggenggam.
Jika mereka mengatakan sesat pada suatu kelompok, darimanakah kata "sesat" itu keluar? Dari yang dikatakan sesat atau dari yang mengatakan sesat?

Yah, memang pada akhirnya waktu yang akan menjawab semua, saat nafas tak lagi menyerta, maka bukti akan nampak.
Maka, jika kalian merasa benar, lakukan ajaran yang kalian yakini dengan benar, bukan sibuk mencari pembuktian dengan mengatakan yang lain salah jalur, sama halnya dengan mengendarai kendaraan, apakah kita sibuk dengan arah kendaraan orang lain karena yakin arah kendaraan kita benar? Saya yakin yang sibuk dengan arah kendaraan orang lain adalah yang mengalami kecelakaan. Tidak percaya? Silakan coba.

Nabi Muhammad SAW sudah memperingatkan kepada kita bahwa suatu saat Islam akan terpecah menjadi 72 golongan dan hanya satu yang benar. Lalu kalian mengingkari hal ini, dan kemudian siapa yang tidak menjalankan sunah? Karena menyangkal hal ini.

Saya menulis ini tidak ada maksud menyalahkan suatu kelompok atau membenarkan kelompok lain, kita didunia sama-sama mencari jalan pulang, maka fokuslah kepada jalan kita masing-masing. Saling tolong menolonglah didalam kebaikan, dan sambunglah tali silaturahmi, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Jumat, 29 Maret 2013

Aku dan Tenang


Aku mencari tenang pada bayang,
pada malam seribu bintang.
Dilangit tak kulihat awan-awan,
yang biasa menutupi cahaya terang

Aku binasa,
pada sebuah simpul tanya,
yang tak pernah bisa ku rajut menjadi C I N T A

Padamkan lentera disekelilingku,
karena aku ingin tenang bukannya terang,
aku tenang pada pekatnya malam.



terima kasih sudah berkunjung :)

foto : koleksi pribadi

Rabu, 27 Februari 2013

Tentang Senja :photo upload:

Foto ini diambil di kota kelahiran saya, Balikpapan, Kalimantan Timur. Disebuah kafe pinggir pantai menyajikan 'view' laut yang indah, terlebih lagi saat senja, bersama kawan. Berikut juga terlampir juga twit-twit di twitter @luk2hambali tentang senja. :) . Just enjoy ?!.

Bukan jingga yang membuat indah, bukan pula merona menunggu malam, senja adalah kita yang menyanjungnya. #PuisiSenja

Jangan berhenti menari dibawah mentari, hingga senja menuntun pulang. Langkahkan kaki kecil menuju alam dingin, sedingin hati malam #puisiSenja

Semesta ku menari riang,menyambut senja datang cemerlang,riuh ruah bersama bayang memanjang. #PuisiSenja

Jiwa yang terbang melayang hilang kembali kedalam bayang,namun bukan raga ku, aku menjadi bayang mu, hingga mentari menyala jingga. #PuisiSenja

Siluet ku hampir padam termakan malam,bersamamu senja, ku tunggu sebuah senyum datang. #PuisiSenja

Senja tak datang hari ini,ia menjadi rinai dalam rintik hujan pelangi. #PuisiSenja

Selasa, 01 Januari 2013

Selamat Tahun Baru 2013

Ibarat tahun pelajaran baru, segala buku pelajaran berganti baru, namun bukan berarti terlupakan, akan tetapi berharap semua pelajaran dapat tersimpan baik dalam ingatan dan kenangan.
Kita belum bisa mendapatkan raport, karena itu adalah hal paling terakhir yang akan kita dapat, tapi itu nanti, mungkin masih ada waktu untuk menambah nilai yang tadinya merah, selama nafas masih turun dan naik.

By the way, nothing special malam tahun baru kali ini, 'coz sedang berada di negara yang menggunakan kalender berbeda dari Indonesia, yup, disini, dinegara ini menggunakan kalender Hijriyah.

Saya tidak pernah menuliskan atau membuat 'goal' saya dalam setahun, hanya mengikuti kemana nafas membawa, seperti tahun 2012 saya diberi kesempatan untuk bekerja dan melaksanakan umroh dan berhaji. Big goal hah?!, ya, biarkan nafas melangkahkan kaki kemana yang Dia perintahkan.

So, dipenghujung tahun 2012 menuju ke tahun 2013 selamat tahun baru....
(saya sudah rindu ingin pulang)

*post by android phone*

Sabtu, 15 Desember 2012

Terburu-buru

Itulah sebabnya saya tidak suka kerja sambil diburu-buru agar cepat, toh hasilnya cuma beda sedikit waktu. Nah kalau sudah kecelakaan kerja seperti ini, maka waktu pun kembali molorkan?.
Yup, karena kerja yang selalu di teriakin yell-yell "cepat-cepat/Quickly" akhirnya saya kecelakaan kerja, terjatuh dari ketinggian 20 meter, upss...2 meteran sih aslinya. Alhasil, tangan kiri saya dibalut gips oleh dokter.
So, saya harus istirahat selama 14 hari, bagus sih, tapi 14 hari mendekam dikamar aja dengan melakukan segala sesuatu dengan tangan satu itu membosankan!!!.
Maka saya putuskan dan juga bantuan provokasi teman dan saudara di Indonesia, setelah saya sembuh saya akan mengajukan pengunduran diri. Yeiiii.....Indonesia i'm cumiiiing...uppsss....i'm comiiiinnggg!!! Soon.... (tapi masih segera judulnya).
Intinya, saya tidak suka terburu-buru, bukankah Allah berfirman kepada Adam a.s "jangan terburu-buru wahai Adam, karena terburu-buru itu salah satu langkah syetan". Nah, benarkan? setelah jatuh pasti mengumpat "Syetaaannn!!!" wkwkwk...., saya sih anak baik :p setelah jatuh saya merasakan dulu apa yang sakit, ternyata tangan kiri tidak bisa saya angkat.
Alhamdulillah, setelah di gips tangan kiri sudah mendingan.

Berhati-hatilah dalam bekerja kawan, kerjaan bisa di tunda, namun jika yang mengerjakannya celaka, selamanya kerjaan tak akan selesai.
Semangat !!!!

Jumat, 19 Oktober 2012

Lilin Redup


Hari ini ( 19 Oktober 2012) usia saya genap 27 tahun, alhamdulillah atas segala kesempatan bertamasya di dunia ini, alhamdulillah diumur segini telah diberikan hidayah untuk dipertemukan dengan Pengetahuan Tuhan Allah Ta'ala yang Maha Luas,
dan dipertemukan dengan Nya, dengan segala itu pantaskah saya untuk tidak bersyukur?
Membahagiakan orang tua, itu yang belum saya lakukan, banyak hal yang belum saya lakukan ternyata, membahagiakan orang tua itu salah satunya. Maka, disinilah saya berada sekarang, dinegeri asing, dinegeri para nabi, sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang Raja (saya sendiri tidak tahu kapan dan kenapa negeri ini menjadi sebuah kerajaan), saya berada di KSA, Kingdom of Saudi Arabia, Arab Saudi.

Jumat, 19 Maret 2010

My First Blog


Akhirnya jadi juga blog pertama ane.....
Banyak hal yang ingin aku bagi kepada semua dunia-dunia lain di luar sana, mulai dari cerita, ebook, musik, program -program yang mungkin akan bermanfaat bagi kalian semua.
Minimal kalian bisa mendengarkan ceritaku, tentang warna-warni duniaku, warna yang berbeda dengan warna kalian karena kita semua memiliki warna dunia yang berbeda.

Seperti yang kalian lihat, duniaku tinggal di Balikpapan kota minyak, mau tau kenapa dinamakan kota minyak? karena semua penduduk mukanya berminyak......jadi minyaknya banyak tuh.....hehehe....

So, minta do'a nya ya???
biar blog ini bisa exist hingga nanti, hingga duniaku tidak ada lagi dialam semestaku....

#FFRabu - Kala Adam Pemakan Daging

“Makanan ini enak sekali, apa kau meminta kepada Tuhan?” Tanya Hawa pada Adam. “Mungkin ini makanan terakhir kita di Surga, aku telah ...