Jumat, 19 Oktober 2012

Lilin Redup


Hari ini ( 19 Oktober 2012) usia saya genap 27 tahun, alhamdulillah atas segala kesempatan bertamasya di dunia ini, alhamdulillah diumur segini telah diberikan hidayah untuk dipertemukan dengan Pengetahuan Tuhan Allah Ta'ala yang Maha Luas,
dan dipertemukan dengan Nya, dengan segala itu pantaskah saya untuk tidak bersyukur?
Membahagiakan orang tua, itu yang belum saya lakukan, banyak hal yang belum saya lakukan ternyata, membahagiakan orang tua itu salah satunya. Maka, disinilah saya berada sekarang, dinegeri asing, dinegeri para nabi, sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang Raja (saya sendiri tidak tahu kapan dan kenapa negeri ini menjadi sebuah kerajaan), saya berada di KSA, Kingdom of Saudi Arabia, Arab Saudi.

Kamis, 27 September 2012

BLOG yang TERTIDUR

Layaknya putri yang tertidur, blog ini tertidur lamaaa banget, maka mulai dari postingan ini saya membangunkan kembali blog ini...(sebenarnya yang tertidur itu saya sih...:p )
SIM SALA BIIMMM... :* (KISS)
Dan JRENNKKK!!!! (background sound) Bangunlah blog saya ini.
It's totaly diffrent, karena saya postingnya bukan dari Indonesia, melainkan dari negara laiiinnn..kapan-kapan saya ceritain dah...
(trus klo gak cerita sekarang, ini mau posting apa?)

Syair ku tetap hidup koq, tapi lebih sering bercerita lewat twitter @luk2hambali ,so, you can follow me if you want...(ngomong sama tembok) :D
Ya sudah sekian dulu ceritanya, tugas aku hari ini hanya membangunkan blog ini dulu. sampai jumpa lagi....bye...

Rabu, 03 November 2010

Ungkapan Hati

Sudah lama aku gak update blog ini, banyak sebenarnya yang mau di tulis tapi begitu sampai depan komputer, mata ini rasa tak sanggup menatap layar monitor, ngantuk sekali aku. Maklum kerjaan lagi banyak, flight tambah terus...but it's ok itu emang resiko pekerjaan, namanya juga sebagai pekerja.

Ok sekedar info, kemarin aku baru aja selesai training Dangerous Goods (DG) berangkat ke jakarta tanggal 25 Oktober dan pulang kebalikpapan tanggal 1 November, dan kabar gembiranya aku bisa menyelesaikan soal dengan nilai tertinggi...nama baik untuk station BPN....( sombong mode : on ) nilai yang aku dapat adalah 95, not perfect sih tapi cukup meminimalisir kecelakaan penerbangan sebanyak 95 percen. Masih kurang kata manager cargo, nilai yang baik untuk meminimal kecelakaan adalah 99,9 percen. Benar sekali perkataan bapak itu, coba bayangin jika nilai 70 percen maka sebanyak 30 percen adalah kelalaian yang kita hasilkan atas kecelakaan penerbangan. Sudah berapa banyak nyawa yang akan melayang atas kelalaian yang 30 percen itu????

Bulan Oktober adalah bulan yang penuh dengan musibah untuk Indonesia, diawali dengan banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, kemudian banjir bandang yang menimpa Wasior, selanjutnya gempa bumi yang mengakibatkan tsunami di wilayah Mentawai, meletusnya Gunung Merapi di Jogjakarta dan sebagainya yang jumlah korban mungkin mencapai ribuan orang...
Selain itu bulan Oktober juga adalah bulan aku dilahirkan, tepatnya tanggal 19 Oktober 25 tahun yang lalu, gak terasa waktu sudah berlalu dengan cepat. Hari gini aku belum juga mikir punya pendamping hidup ( yang bisa bikin hidup )hehehe atau setidaknya seorang pacar, teman-teman dan sahabat udah nyaranin untuk berfikir kearah situ, bukannya aku gak berfikir kearah situ tapi aku terlalu malu, tidak percaya diri untuk berhasil mendapatkan pacar, secara tampang aku kan bukan seperti Nicholas Saputra yang dengan mudahnya mendapatkan pacar Dian Sastro (AADC).
I'm not....
Tapi bukan berarti pula aku gak pernah jatuh cinta, aku percaya cinta pada pandangan pertama yang bahasa kerennya love at the first sight...aku juga pernah jatuh cinta, kepada wanita tentunya...I'm not a gay...aku normal walaupun dalam kurun waktu yang panjang aku gak pernah menyentuh wanita ( dengan sengaja ). Bibir ini juga masih virgin, aku gak pernah tau yang namanya "cipokan", ciuman dari bibir kebibir. Dan mungkin pacar pertama aku pergi karena gaya pacaran aku yang gak banget, tapi itulah aku dan aku bangga dengan aku yg sekarang, aku gak merokok, gak free sex, gak ikutan yang namanya narkoba, gak punya kendaraan (ikutan buat bumi bebas polusi) walaupun jalan kaki itu kadang melelahkan, dan bukan kadang tapi memang melelahkan....

Ini adalah bulan baru, bulan November. Dan semoga dengan adanya bulan yang baru, cara berpikir kita juga baru, jangan membuat bumi marah lagi, karena marahnya bumi juga marahnya Tuhan Allah. Jangan membuat sebuah aliran negative diatas permukaan bumi, dengan berteriak-teriak demonstrasi para mahasiswa yang notabene adalah terpelajar, dengan mengadakan pembunuhan seakan-akan nyawa manusia itu murah, dengan mengadakan pertikaian antar pemeluk agama, dengan mengadakan tawuran antar kelompok.
Kenapa segala sesuatu harus di selesaikan dengan cara kekerasan, dengan otot????
Apa karena sekarang manusia sudah gak punya otak manusiawi??? atau otak manusia itu sudah di ambil alih oleh binatang buas, yang memakai hukum rimba siapa yang kuat dia yang menang. Berarti kebanyakan penghuni bumi ini adalah BINATANG, atau lebih tepatnya MANUSIA BERKEPALA BINATANG karena gak pernah pakai yang namanya otak manusia, hanya tau otak binatang.
Mungkin aku terlalu kasar, tapi ini dari hati, yang sedih melihat manusia-manusia yang mereka tidak tahu bahwa banyak malaikat yang menangis karenanya, manusia yang seharusnya sempurna namun menjadi separuh binatang karena nafsunya.
Kalian tidak tahu kawan, tentang malaikat yang selalu berdo'a agar manusia berhenti bertikai, kalian tidak tahu kawan tentang malaikat yang menangis dihadapan Tuhan hanya supaya Tuhan memberikan hidayah kepada setiap manusia, agar tidak ada keburukan terjadi, kalian tidak tahu itu kawan...

Tapi apa jawab Tuhan, "Semua itu harus terjadi, karena AKU sudah berkata "akan Ku isi neraka itu dengan sebanyak-banyaknya manusia". bisa saja aku jadikan semua manusia itu beriman, tapi kalian tidak tahu apa yang Aku rencanakan".

Aku teringat akan sebuah syair lagu milik Sheila On 7, "mengapa ada derita, bila bahagia tercipta, mengapa ada sang hitam, bila putih menyenagkan"

Aku ingin menjawabnya sekarang:
Bumi tercipta untuk mengetahui adanya langit
manusia tercipta untuk mengetahui adanya Tuhan
Derita tercipta untuk mengetahui bahwa bahagia itu ada
bagaimana bisa tahu tentang bahagia kalau kita gak tau rasanya susah,derita, nestapa.
Segala sesuatu diciptakan ada perbandingannya, untuk saling mengenal dan mengetahui...


Dan rasa Syukur adalah sebuah ungkapan bahwa kita tidak memihak satu dari pasangan yang diciptakan, tapi hanya mengetahui dan mengenal bahwa rasa dari setiapnya adalah berbeda....

Jumat, 10 September 2010

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

kartu ucapanWah...akhirnya ketemu juga dengan hari ini, yaitu tanggal 1 syawal tepatnya hari raya Idul Fitri.
Setelah satu bulan puasa menahan segala hawa nafsu dengan berpuasa, tentu saja bukan cuma menahan lapar dan haus saja, karena bulan Ramadhan itu adalah saatnya kita belajar atau melatih diri dari perbuatan yang buruk, menjaga hati dan lisan dari kotoran-kotoran.
Ada satu kisah seorang teman, saat dia tidak bisa berpuasa karena harus minum obat (sakit) maka teman2 nya yang lain yang nota bene merasa berpuasa menggunjingnya. Yah jadi itulah yg kata Nabi Muhammad "kebanyakan orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus", maka kerugianlah bagi mereka.

Ramadhan tahun ini telah usai, tinggal menuai hasil dari latihan kemarin yaitu di sebelas bulan berikutnya, jd berpuasa hati dan lisan itu bukan hanya satu bulan lalu sebelas bulan berikutnya boleh berbuat keburukan. Tidak semudah itu.
Sudahlah, kita menyambut sebelas bulan berikutnya dengan suka cita, dengan hati yang bersih (Idul Fitri). Untuk itu saya mengucapkan kepada seluruh masyarakat dunia baik maya maupun nyata "MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN YANG MENOREH LUKA DIHATI DAN

Selasa, 17 Agustus 2010

ARTI KEMERDEKAAN

Menurut kalian apa arti kemerdekaan? Apakah hanya sebuah perayaan upacara bendera, atau sebuah perlombaan, siapa yang menang dia yang mendapatkan hadiah? Seorang penyair Chairil Anwar memaknai berbeda terntang kemerdekaan, berikut ini katanya :

KARAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa


Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Senin, 09 Agustus 2010

GURINDAM 12

Mungkin tidak banyak dari kita yang kenal dengan judul diatas yaitu 'GURINDAM 12', adalah sebuah syair yang ditulis oleh seorang penyair berasal dari Pulau Penyengat, kepulauan Riau yang bernama Raja Ali Haji. Beliau adalah ulama, sejarawan, pujangga, dan terutama pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa; buku yang menjadi standar bahasa Melayu. Bahasa Melayu standar itulah yang dalam Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia. Ia merupakan keturunan kedua (cucu) dari Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan IV dari Kesultanan Lingga-Riau dan juga merupakan bangsawan Bugis.
Kompleks makam keluarga Haji Ahmad di Pulau Penyengat, Kota Tanjung Pinang

Karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas (1847), menjadi pembaru arus sastra pada zamannya. Bukunya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Loghat Melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara. Ia juga menulis Syair Siti Shianah, Syair Suluh Pegawai, Syair Hukum Nikah, dan Syair Sultan Abdul Muluk. Raja Ali Haji juga patut diangkat jasanya dalam penulisan sejarah Melayu. Buku berjudul Tuhfat al-Nafis ("Bingkisan Berharga" tentang sejarah Melayu), walaupun dari segi penulisan sejarah sangat lemah karena tidak mencantumkan sumber dan tahunnya, dapat dibilang menggambarkan peristiwa-peristiwa secara lengkap. Meskipun sebagian pihak berpendapat Tuhfat dikarang terlebih dahulu oleh ayahnya yang juga sastrawan, Raja Ahmad. Raji Ali Haji hanya meneruskan apa yang telah dimulai ayahnya. Dalam bidang ketatanegaraan dan hukum, Raja Ali Haji pun menulis Mukaddimah fi Intizam (hukum dan politik). Ia juga aktif sebagai penasihat kerajaan.

Ia ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 5 November tahun 2004. Berikut ini adalah syair dari Gurindam 12, yang berisi 12 petuah-petuah kehidupan :

Gurindam I

Ini gurindam pasal yang pertama

Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang ma'rifat Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat,tahulah ia dunia melarat.

Gurindam II

Ini gurindam pasal yang kedua

Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.

Gurindam III

Ini gurindam pasal yang ketiga:

Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.


Gurindam IV

Ini gurindam pasal yang keempat:

Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.


Gurindam V

Ini gurindam pasal yang kelima:

Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.


Gurindam VI

Ini gurindam pasal yang keenam:

Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,



Gurindam VII

Ini Gurindam pasal yang ketujuh:

Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.



Gurindam VIII

Ini gurindam pasal yang kedelapan:

Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.



Gurindam IX

Ini gurindam pasal yang kesembilan:

Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.



Gurindam X

Ini gurindam pasal yang kesepuluh:

Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.



Gurindam XI

Ini gurindam pasal yang kesebelas:

Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.



Gurindam XII

Ini gurindam pasal yang kedua belas:

Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh inayat.
Kasihkan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.



(reffensi : www.wikipedia.org

Selasa, 22 Juni 2010

Kriteria Wanita

Seorang kawan bertanya tentang kriteria wanita yang aku inginkan untuk dijadikan istri,
saat itu aku tak dapat menjawabnya, karena memang aku tak mengerti tentang bagaimana kriteria seseorang yang aku ingini untuk menjadi seorang istri.
Saat ini aku telah bersedia menjawab pertanyaan itu, melalui tulisan ini;
"wanita yang aku inginkan untuk dijadikan istri adalah wanita yang mencintai Tuhan ku seperti aku mencintai Tuhan ku, sehingga tidak ada rasa cemburu diantara kami bahkan saling menguatkan saat yang lain berusaha melupakan Tuhan.
Yang cantik akhlaknya, bukan menutupi aurat luarnya tetapi yang selalu menutup hatinya dari keburukan dunia, kelalaian jiwa, hawa nafsu, dan iblis."

Aku ingin bercerita kepada kalian tentang rahasia iblis, tentang sebuah cerita yang diceritakan dari Tuhan ku kepada ku,


Saat iblis menemui nabi Musa, iblis berkata kepada Musa " Hai Musa, tolongla aku, tanyakan kepada Tuhan mu, bagaimana caranya agar aku bisa bertobat?
maka Musa pun bertanya kepada Tuhan, dan Tuhan berkata kepada Musa " katakan kepada iblis, jika ia ingin bertobat maka sujudlah dia di makam Adam"
segeralah Musa menemui iblis dan berkata seperti apa yang dikatakan Tuhan kepada Musa.

Iblis berkata " Saat Adam masih hidup, aku tidak ingin sujud kepadanya bagaimana mungkin aku mau sujud di makamnya. Namun karena engkau Musa telah menyampaikan pesan ku kepada Tuhan, maka aku akan memberitahukan rahasia ku kepada mu, saat kalian sedang marah sebenarnya bukan kalian yang marah tetapi aku, karena aku berjalan diperedaran darah kalian."

Untuk itu kawan, aku tidak ingin menikah dengan iblis, tidak dengan wanita yang suka marah, tetapi aku ingin menikah dengan wanita yang ikhlas kepada Tuhan ku, Ridha kepada Tuhan ku, Sabar kepada Tuhan ku, dan selalu berbaik sangka kepada Tuhan ku. Maka aku akan melakukan hal yang sama kepadanya.
dan aku akan melakukan hal yang sama kepadanya, dan juga aku akan selalu memberi kasih dan sayang ku kepadanya, seperti Tuhan ku mengasihi dan menyayangi ku.

#FFRabu - Kala Adam Pemakan Daging

“Makanan ini enak sekali, apa kau meminta kepada Tuhan?” Tanya Hawa pada Adam. “Mungkin ini makanan terakhir kita di Surga, aku telah ...